Showing posts with label Boros. Show all posts
Showing posts with label Boros. Show all posts

Sunday, April 9, 2017

Pengeluaran Yang Bikin Katong Jebol


Saat penghasilan Anda tidak beranjak naik secara signifikan, namun harga barang dan jasa terasa semakin tinggi, saat itulah Anda mesti memperketat pengeluaran Anda. Salah satu pos pengeluaran yang perlu diwaspadai ialah pengeluaran tanpa rencana.

Meskipun kita tahu pengeluaran tersebut tanpa rencana, pengeluaran jenis ini sering terjadi. Dan tanpa disadari, telah menguras isi kantong. Padahal pengeluaran jenis ini bersifat tidak mendesak sehingga jika Anda potong atau tidak lakukan, Anda tidak akan mengalami kerugian.

Pengeluaran tanpa rencana inilah yang mesti dihemat. Berhemat tidak hanya mengajak Anda merancang pengeluaran yang bijaksana, juga berarti Anda menjadi cerdas untuk tahu mana pengeluaran yang penting dan mana yang tidak penting.

Anda perlu mengenali apa saja pengeluaran tanpa rencana yang sering Anda lakukan. Berikut ini ada lima pengeluaran tanpa rencana yang secara tidak sadar sering dilakukan seperti dikutip berikut ini:

1. Keseringan ngopi di coffee shop   

Saat ini kurang asyik rasanya kalau bertemu teman atau meeting tidak dilakukan di coffee shop. Selain bisa menikmati kopi, menyelesaikan pekerjaan lebih mudah karena ada fasilitas jaringan internet WIFI 24 jam.

Tak heran banyak orang yang hidupnya meeting dari coffée shop ke coffee shop. Padahal kopi yang dihidangkan toh tidak banyak berbeda dengan yang Anda buat sendiri. 

Hanya bermodalkan kopi favorit yang mudah didapat, air panas, plus kremer, susu atau gula, Anda sudah bisa menikmati secangkir besar kopi tanpa harus mengeluarkan isi dompet cukup dalam.


2. Promosi makanan atau minuman

Pernahkan Anda mendapatkan tawaran untuk membayar sekian ribu rupiah untuk mendapatkan porsi minuman atau makanan yang lebih besar? Atau membayar lebih untuk mendapat merchandise seperti gelas atau CD?

Promosi seperti ini sering ditemui di restoran cepat saji. Biasanya Anda pasti tertarik untuk menerima tawaran dari pihak restoran karena merasa “ah tidak mahal kok,”.

Tetapi tahukah Anda kalau sebenarnya pengeluaran itu tidak terencana?

Anda kemungkinan tidak sanggup menghabiskan makanan yang dipesan karena porsinya terlalu besar. Atau Anda sebenarnya tidak terlalu membutuhkan CD music atau film tersebut. 

Belum lagi kalau ternyata Anda tidak membutuhkan gelas, atau tidak menyukai lagu yang ada dalam CD. Sehingga Anda menderita kerugian dua kali.

3. Membeli air minum kemasan 

Daripada Anda setiap hari mengeluarkan uang untuk membeli air botol dalam kemasan, mungkin sebaiknya Anda mulai mencari cara yang lebih hemat. 

Misalnya, membeli botol air minum yang akan Anda isi dengan air minum kemasan dari rumah Anda. Jika setiap hari Anda menyisihkan Rp 10.000 untuk membeli air minum kemasan, dalam 24 hari kerja selama sebulan bisa menghabiskan Rp 240.000.

Itulah pengeluaran yang akan Anda hemat dengan menyediakan botol air minum yang akan menemani Anda jika kehausan dalam perjalanan. Lumayan hemat kan?

4. Rajin memberi tips

Bukannya tidak boleh memberi tips untuk mereka yang telah membantu Anda. Jika ingin memberi tips di restoran, ada baiknya Anda memeriksa apakah tips pelayanan alias service fee sudah ada dalam bon pembayaran makanan di restoran atau  hotel tempat Anda menginap. Kalau sudah termasuk, kenapa Anda harus bayar dua kali kecuali kalau layanan mereka super super baik.

Sering memberi tips ini dianggap bagian dari pengeluaran tanpa rencana yang biasa dilakukan dan dapat membuat dompet Anda kering. Pilih-pilihlah memberi tips kepada pihak yang memang dibutuhkan.

5. Suka mentraktir

Kebiasaan mentraktir bisa menjadi pos pengeluaran tanpa rencana yang nilainya cukup besar. Jenis pengeluaran ini jika sering dilakukan bisa membuat keuangan Anda gonjang ganjing.

Mentraktir orang memang baik dan tidak akan membuat Anda miskin. Tetapi kalau sering-sering akan berbahaya bagi alokasi dana lainnya.

Sebaiknya Anda melakukan perencanaan berapa kali Anda bisa mentraktir teman atau pasangan dalam satu bulan, dan berapa maksimal biaya yang boleh dikeluarkan. Solusi ini cukup baik untuk mengontrol keuangan Anda.

6. Belanja online

Maraknya perdagangan online kini menjadi godaan tersendiri bagi Anda yang suka berbelanja. Jika Anda sering membuka situs marketplace, tentu tersedia beragam produk yang menarik, terasa murah, dan sedang dalam promosi diskon harga. Jika masih sesuai budjet dan sesuai kebutuhan Anda, mungkin belanja online bisa membantu Anda untuk lebih hemat dalam membeli kebutuhan. 

Namun jika dilakukan tanpa memperhatikan kebutuhan dan hanya sekedar terpengaruh dengan promosi dan diskon, mungkin ini merupakan belanja tanpa rencana. Sebaiknya kurangi belanja online agar Anda mengurangi pos belanja tanpa rencana.

Tuesday, March 14, 2017

9 Hal Yang Bikin Uang Gaji Cepat Habis


Padahal gaji baru dinaikkan, tapi kenapa uang belanja malah makin membengkak setiap bulannya? Karena kebutuhan yang semakin bertambahkah?

Ada banyak faktor yang menyebabkan anggaran belanja membengkak. Misalnya Anda sedang menjalani diet protein rendah atau hanya makan makanan organik di mana harganya biasanya lebih mahal.

Tapi kalau Anda merasa tidak sedang berdiet dan bingung kenapa anggaran belanja malah membengkak setiap bulan, artikel ini membantu Anda menemukan penyebabnya.

Berikut ulasannya seperti dikutip:

1. Tidak  mencatat belanjaan

Sebelum pergi belanja, buatlah daftar belanja berisi barang apa saja yang ingin dibeli. Daftar tersebut baiknya secara spesifik memuat merek, kuantitas, dan estimasi harga. Hal ini membantu Anda dalam mengatur anggaran.

Kalau Anda patuh pada anggaran yang dibuat, Anda tinggal memasukkan barang-barang yang dibutuhkan ke keranjang belanja. Berdasarkan survei Mother Nature Network, 51 persen responden mengaku belanja berdasarkan resep internet.

Inilah yang membuat mereka lebih boros US$ 20-30 sekali belanja. Bagaimana tidak, ketika resep mencantumkan kecap, mereka membeli kecap padahal persediaaan di rumah masih banyak.

2. Kedatangan tamu

Ketika kedatangan tamu, Anda wajib menjamu mereka. Namun jika harus selalu menjamu mereka untuk makan di luar, anggaran belanja pun menjadi bengkak.

Memang, kehadiran tamu tidak bisa dipediksi. Tapi hal ini bisa diakali. Misalnya jika selama ini Anda selalu jadi tuan rumah arisan, Anda bisa meminta untuk pertemuan berikutnya digilir di rumah ibu-ibu lain.

3. Buru-buru saat belanja

Kapan Anda meluangkan waktu untuk belanja? Sepulang kerja atau saat di akhir pekan? Belanja sepulang kerja biasanya dilakukan terburu-buru karena ingin segera pulang, masak, dan istirahat.

Buru-buru inilah yang menyebabkan belanja jadi membengkak. Anda tidak sempat mengecek persediaan yang masih ada di dapur dan tidak punya waktu untuk mempertimbangkan ukuran, harga, dan diskon.

4. Salah organisasi

Apakah Anda punya kebiasaan buruk dalam mengorganisasi barang kebutuhan sehari-hari? Misalnya setelah belanja Anda memasukan semuanya ke satu lemari. Anda tidak punya tempat terpisah untuk tepung, mie, gula, dan bahan lainnya.

Ketika Anda hendak memeriksa mana yang sudah habis dan mana yang belum, Anda pun mengalami kesulitan. Tidak hanya membuat anggaran belanja makin membengkak karena akhirnya Anda terus menerus beli baru padahal stok masih ada, Anda juga berisiko menyantap bahan makanan yang sudah kadaluarsa.

5. Banyak makan

Tidak mengherankan anggaran belanja makin mahal kalau Anda memang senang makan. Selain membuat kantong bolong, Anda juga berisiko obesitas.

6. Sering belanja

Apakah Anda sering belanja ke supermarket untuk belanja hal-hal kecil? Jika demikian, mulai sekarang Anda harus mengurangi frekuensi belanja.

Belanja memang menyenangkan. Tapi kalau Anda datang ke supermarket tanpa perencanaan, hal ini berujung pada pembelian impulsif. Sebelum sadar, keranjang belanjaan sudah penuh dengan barang-barang yang tidak penting.

7. Tidak mau susah

Apakah Anda selalu datang ke supermarket yang sama setiap belanja? Apakah Anda selalu membeli produk yang sama? Banyak orang mengulang menu yang setiap bulannya sehingga yang dibeli hanya itu-itu saja.

Berdasarkan survei Food Marketing Institute Amerika, hanya enam dari 10 (61 persen) konsumen yang rela pergi ke supermarket yang jaraknya lebih jauh untuk mendapatkan harga lebih murah. Sisanya (47 persen) lebih senang dengan rutinitas mereka. 

8. Belanja saat lapar

Rasa lapar dapat mempengaruhi kebiasaan belanja. Berdasarkan studi yang diuat dalam Live Science, saat gula darah menurun karena lapar, otak ingin tubuh menyantap porsi besar makanan atau makanan manis. (Baca juga: Pilihan Cara untuk Hemat Belanja di Pasar Swalayan)

9. Tidak memperhatikan diskon

Sebenarnya Anda bisa mendapatkan harga lebih murah kalau mencari tahu. Misalnya Anda memakai kartu kredit yang bekerja sama dengan supermarket. Atau Anda bisa memanfaatkan poin kartu kredit untuk ditukarkan dengan voucher belanja