Showing posts with label Bandung. Show all posts
Showing posts with label Bandung. Show all posts

Sunday, March 12, 2017

Perjalanan Jakarta-Bandung Cuma 9 Menit

Transportasi super cepat besutan Hyperloop Transportation Technologies.

Transportation Technologies (HTT) telah menandatangani kontrak untuk studi kelayakan (feasibility study) dengan investor swasta untuk melakukan eksplorasi pembangunan transportasi tercepat di Indonesia. Nilai dari kontrak tersebut mencapai US$ 2,5 juta atau Rp 33,47 miliar (estimasi kurs 13.388 per dolar AS).

Studi kelayakan tersebut akan berfokus di Jakarta serta eksplorasi penuh dari transportasi Hyperloop yang menghubungkan Jawa dan Sumatera. 

Chairman Hyperloop Transportation Technologies Bibop Gresta menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Total jumlah penduduk di Indonesia lebih dari 260 juta jiwa. Sedangkan di Jakarta sendiri populasi lebih dari 10 juta jiwa.

Tentu saja, dengan populasi yang sangat padat tersebut Indonesia terutama Jakarta pasti menghadapi permasalahan kemacetan yang sangat parah. Berbagai riset mengungkapkan bahwa untuk perjalanan pergi dan pulang ke suatu tempat membutuhkan waktu mencapai empat jam.

“Indonesia dan Jakarta pada khususnya, merupakan salah satu area dengan populasi terpadat di dunia,” ujar Bibop. "Dengan lalu lintas dan kemacetan yang menjadi isu besar di sini, Hyperloop akan menjadi transformasi yang menggembirakan bagi wilayah tersebut," tambah dia.

Menurut Bibop, sistem Hyperloop bisa menyelesaikan masalah kemacetan dan juga waktu tempuh perjalanan yang cukup lama tersebut. Hyperloop merupakan transportasi massal dengan kecepatan mencapai 750 mil per jam atau 1.207 km per jam. Kecepatannya mengalahkan pesawat terbang.

Ia mencontohkan, dengan Hyperloop, perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta akan memakan waktu kurang lebih 25 menit, jika dibandingkan dengan menggunakan mobil yang dapat memakan waktu hingga hampir 10 jam.

Jakarta menuju Bandung hanya akan memakan waktu 9 menit, jika dibandingkan dengan yang biasanya memakan waktu hingga 2,5 jam. Hyperloop yang menghubungkan Soekarno-Hatta International Airport dengan pusat Kota Jakarta hanya akan memakan waktu 5 menit.

Dwi Putranto Sulaksono, founder Dwiyuna Jaya Foundation yang merupakan rekan lokal dari Hyperloop Transportation Technologies menjelaskan, Hyperloop akan mempengaruhi keseluruhan spektrum kehidupan, dari bisnis hingga kualitas keberlanjutan kehidupan.

untuk diketahui, Hyperloop Transportation Technologies didirikan pada bulan November 2013. Perusahaan ini berawal dari JumpStartFund-a crowdfunding yang unik dan platform crowdsourcing inkubator yang menggunakan pengetahuan kolektif dan aset untuk membuat ide-ide seperti Hyperloop menjadi kenyataan.

Hyperloop Transportation Technologies memiliki perjanjian eksklusif dengan Lawrence Livermore National Laboratory untuk menggunakan sistem levitasi magnetik pasif mereka sebagai dasar dari desain dan konstruksi Hyperloop yang murah, sadar keselamatan. 

Wednesday, March 1, 2017

Andika The Titans Pengguna NARKOBA



BANDUNG - Pemain keyboard grup band "The Titans", Andika Naliputra Wirahardja, memesan dua paket narkoba jenis tembakau hanoman atau gorila lewat ojek online.

Sebagai informasi Andika diciduk polisi di Jalan Sarikaso Sarijadi Sukasari, Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/2/2017) lalu pukul 18.30 WIB.


Hal ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri, Rabu (1/3/2017).

"Paket ini dibawa oleh ojek online," ucap Yusri.

Pihaknya awalnya melakukan penangkapan terhadap seseorang berinisial A yang juga memesan narkoba lewat ojek online.

Dari situ, polisi kemudian menyelidiki alur pemesanannya yang kemudian berujung pada Andika.

"Pada saat yang bersangkutan, ANW ini menerima paket tersebut, kami lakukan penangkapan. Ya (tangkap tangan)," ucap Yusri.

"Barang buktinya dua paket bungkus plastik warna silver. Modusnya memesan via internet," imbuhnya.

Tuesday, February 28, 2017

Teroris Bandung Gak Jelas Siapa Targetnya

BANDUNG - Di tengah sejuknya udara pagi hari di Kota Bandung, Senin 
(27/2/2017) pagi, peristiwa ledakan bom di Taman Pandawa dan aksi teror 
di kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo, menyeruak.

Siaga Densus 88 Didepan kantor Kelurahan Arjuna, Kota Bandung, Senin (27/2/2017).

Polisi menyebut pelaku sebagai terduga teroris berinisial YC. 
Dia diketahui pernah dipenjara dan pernah mengikuti latihan teroris di Aceh.

Pertanyaan demi pertanyaan muncul. Salah satunya, mengapa 
Bandung dipilih sebagai lokasi ledakan bom panci ini?

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku heran dengan 
teror Bandung ini karena, menurut dia, motivasi pelaku tak jelas.

Jika pelaku ingin memberi pesan, lanjut dia, seharusnya aksi itu 
dilakukan pada obyek yang memiliki identitas, misalnya jika pesan 
ditujukan kepada pemerintah, peledakan bom seharusnya dilakukan 
langsung di kantor kelurahan, bukan di taman kosong.

"Saya enggak ngerti kami kota bahagia, tidak ada ideologi Barat, 
simbol bisnis, dan lain-lain. Saya enggak bisa jawab, kamu tanya 
ke orang intelijen," kata pria yang kerap disapa Emil ini saat ditemui 
di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Senin (27/2/2017).

"Karena kalau saya mau memberi pesan saya melakukan destruksi 
di tempat yang punya makna. Masjid maknanya dengan agama, 
bisnis Barat ada makna, infrastruktur vital ada makna, ini mah 
di taman kosong enggak jelas siapa targetnya," tambahnya.

Karena motivasi dan motifnya tak jelas, Emil pun menilai, 
peristiwa ini tak lebih dari aksi kriminalitas semata atau si pelaku 
tidak memiliki perhitungan yang baik mengenai aksi dan tujuannya.

"Kalau pesannya tentang keislaman, masak melukai sesama 
Muslim, enggak masuk akal juga. Jadi menurut saya motivasinya 
enggak jelas, bagi saya ini mah kriminalitas saja. 
Mungkin dalam perjalanan meledak duluan, makanya gagal 
definisinya itu ledakan tidak selesai atau apa. Jadi lokusnya 
ke kelurahan mah takdir saja karena dikejar-kejar panik, 
(pelaku) masuk ke situ," tutur Emil.

Sasaran antara

Sementara itu, kriminolog Universitas Padjadjaran Yesmil Anwar 
menilai bahwa teror bom Bandung, Senin pagi, hanya sasaran 
antara untuk tujuan yang lebih tinggi.

“Saya melihatnya ini lebih ke sasaran antara agar orang menoleh, lalu muncul tuntutannya dan didengar,” ujar Yesmil saat dihubungi melalui saluran telepon, Senin siang.

Yesmil melihat, pelaku ingin memunculkan fear of crime di tengah masyarakat, seperti pemilihan lokasi Arjuna yang berdekatan dengan lokasi sekolah dasar.

Tujuannya, lanjut dia, bukan terkait jumlah korban, melainkan kekhawatiran pada masyarakat yang ditimbulkan, apalagi jika dikaitkan dengan siswa SD. Menurut dia, ketika masyarakat merasa diteror maka pelaku akan dengan mudah mencapai tuntutannya.

“Bandung cukup seksi karena masyarakatnya heterogen dan dekat dengan Jakarta, dan ini bukan kejadian pertama. Kota Bandung sering dijadikan sasaran untuk artikulasikan tuntutannya didengar,” ungkapnya.

Terlebih lagi, Bandung memiliki potensi yang besar dalam hal publikasi. Jadi, lanjut Yesmil, informasi teror seperti ini akan mudah menyebar.

“Yang kami pelajari, pelaku masih amatiran. Mereka tidak mempersiapkan diri, malah lari ke kelurahan. Ini gaya pemula, tapi bisa dari jaringan lama atau jaringan baru,” tuturnya.

Namun pertanyaannya, pelaku membawa senjata api. Yesmil menilai, pertanyaan dari mana pelaku memperoleh senjata api harus segera ditelusuri. 

Untuk itu, menurut Yesmil, masyarakat tidak hanya cukup bersikap tenang. Dia berharap, sistem keamanan berbasis RT-RW diaktifkan kembali sehingga masyarakat bisa segera melapor ketika ada gerakan mencurigakan.

Sistem keamanan RT-RW, satpam, Babinkamtibmas, Babinsa, lanjut dia, sebaiknya lebih terkoneksi.

“Petakan juga kantong kejahatan,” tutur Yesmil.

Monday, February 27, 2017

BANDUNG : Saling Baku Tembak Diduga Teroris

BANDUNG - Baku tembak antara polisi dengan seorang pria terduga teroris terjadi di dalam 
kantor Kelurahan Arjuna, Kota Bandung.

Baku tembak terjadi antara polisi dan terduga teroris yang berada di dalam kantor
Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (27/2/2017).

Pukul 09:50 WIB, Terdengar suara tembakan 
dari dalam kantor kelurahan. Polisi yang 
mengepung langsung kocar-kacir keluar kantor.

Tembakan balasan dilakukan polisi beberapakali.
Salah satunya oleh Kepala Polrestabes Bandung Kombes pol Hendro Pandowo.

"Hubungi pemadam. Anggota saling lindungin teman.
Semua di bawah kendali Pak Kapolda melalui saya semua dengarkan," ujar Hendro melalui megaphone.

pelaku yang masih di dalam melempar sejumlah barang-barang untuk memecahkan kaca.

Pelaku belum menyerah. Polisi memerintahkan 
agar palaku menyerahkan diri. namun hal 
tersebut tidak digubris pelaku yang terus 
melakukan perlawanan.